Sinopsis :
Yuki dan kedua orangtunya tinggal di tengah hutan. Awalnya, kehidupan mereka biasa saja, namun, semenjak ayah yuki sering pulang larut malam sambil sesekali membawa beberapa orang ke rumah, kini kehidupannya berubah.
Penulis Cerita : Fujiwara Yuki
SEMUA PART TERSEDIA
"Sayang... Apa itu kau? Ini aku, aku datang untuk meminta maaf padamu dan ibumu, sayang." Ucapnya seraya meraba-raba dinding.
"Minta maaf katamu?"Aku lalu berdiri di hadapannya,
"Semudah itu kau menyakiti kami lalu pergi dan meminta maaf setelah apa yang kau lakukan kepada kami? Huh...!" Tanyaku seraya mengarahkan sebuah kapak tak terpakai yang telah berkarat ke arahnya.
"Lupakanlah semua itu, sayang aku tidak pernah bermaksud untuk menyakiti kalian, kumohon jangan lakukan ini padaku. Aku ini ayahmu, apakah kau tega melukaiku sayang? Turunkan kapak itu dan mari kita bicara baik-baik" Bujuknya seraya sedikit membungkuk kepadaku.
"Semuanya sudah terlambat ayah. Sekarang, selamat datang di pemakamanmu." Ucapku sambil mengangkat tinggi kapak hingga melampaui kepalaku.
SYUTTT...
Ayunan kapakku tepat sasaran,sebuah koyakan panjang terukir di lengannya. Dengan rasa takut, kulihat ia mencoba menjauh dariku.
"Hahahaha....!!! Jangan pergi dulu ayahku sayang...!!! "
Ketika ia mengambil ancang-ancang untuk berlari, sekali lagi ku ayunkan kapakku ke kakinya,
BRUKKK..!
Ku lihat dia ambruk dengan kaki yang berselimut darah, aku senang, aku senang melihatnya. Aku lantas menarik kakinya lalu duduk di atasnya.
"Aaacchhkkk...!!!" Jeritnya saat aku mulai mengukir di atas perutnya.
" Sayang,kumohon hentikan ini...!!! Jangan siksa ayahmu seperti ini,bukankah aku ayahmu?" Mohonnya sambil berusaha tersenyum padaku.
Aku bisa melihat air matanya dikegelapan, sejenak aku tertegun. Namun,kemudian aku teringat dengan air mata ibu, amarahku kembali memuncak.
"Aku tidak pernah memiliki ayah yang jahat sepertimu, ayahku tidak akan membuat air mata ibuku terbuang percuma." Ucapku seraya menggenggam erat gagang kapak.
"Lalu,apa yang bisa aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku?" Tanyanya.
Beberapa saat kupertimbangkan pertanyaannya, kemudian aku tersenyum lebar ke arahnya.
BERSAMBUNG...
0 Comments
Post a Comment