Burong Tujoh, Sihir Menyeramkan Dari Tanah Rencong

Aceh, sebuah Provinsi paling barat di Nusantara dan dikenal sebagai Serambi Mekkah ini memiliki banyak cerita dan legenda yang mengakar dalam keseharian masyarakatnya yang dituturkan dari generasi ke generasi, ada beragam suku bangsa dan bahasa disini yang melahirkan berbagai bentuk cerita mulai dari fakta sejarah cerita perjuangan rakyat hingga mitos.
Dan dalam tulisan kali ini kita akan menelaah tentang sebuah istilah yang akrab di telinga rakyat aceh, sebuah istilah yang dirayapi oleh kegelapan dan diselimuti oleh cerita seram kematian dari sesuatu yang mengintip dibalik bayang-bayang dunia mistik dan perdukunan. Tentang perjanjian yang mengikat nyawa serta merembes dalam kehidupan dan menebar hororditengah-tengah masyarakat, sesuatu yang cukup membuat teror dalam masyarakat Aceh, dimana negeri ini menyebutnya sebagai Burong Tujoh.


Asal Muasal Burong Tujoh
Istilah Burong Tujoh sendiri berasal dari kata"Burong" yang bermakna kuntilanak atau hantu secara umum, biasanya sebutan Burong ini disandarkan kepada jenis hantu yang suka tertawa atau menangis sendirian di kegelapan malam, kadang juga dilabelkan kepada hantu perempuan penunggu jalan yang suka meminta menumpang kepada mereka yang membawa kendaraan sendirian.
Termasuk juga jin yang suka menganggu anak-anak, jin hutan, hantu penunggu rumah dan kuburan, namun ada juga istilah-istilah lain seperti "Beuno" yakni hantu yang suka menindih orang yang tidur, "Maop" sebutan untuk jin tinggi besar yang suka menculik anak-anak kecil, "Geunteut" atau Genderuwo, "Baluem Bilie" atau hantu penunggusungai yang suka menenggelamkan orang lain, ada juga sebutan "Burong Punjot" atau hantu pocong dan masih banyak lainnya.
Namun istilah Burong Tujoh sendiri sebenarnya memiliki makna yang berbeda dari hantu kebanyakan.Istilah Burong Tujoh adalah sebutan kepada jin atau hantu yang dikirimkan oleh seorang dukun untuk menyerang seseorang. Dan kata "Tujoh" yang berarti tujuh belum diketahui maksudnya secara pasti, ada pendapat yang mengatakan bahwa sebutan Tujoh dimaknakan pada jumlah yang banyak, memang dalam banyak kasus biasanya dukun yang mengirim "kiriman" biasanya akan mengirim lebih dari satu, jika salah satu kirimannya telah kalah maka sang dukun akan mengirimkan jin lainnya. Ada juga yang mengatakan bahwa jin tersebut berjumlah tujuh orang, mungkin inilah alasan paling umumkenapa ada penambahan tujuh dalam istilah tersebut.
Pendapat lainnya mengatakan istilah Tujoh berasal dari proses mistik yang dijalani si pemilik Burong Tujoh itu sendiri, dimana dikabarkan orang yang ingin menguasai Burong Tujoh ini harus menggali tujuh buah kuburan.
Pemanggilan Burong Tujoh dan sihir
Diceritakan dari mulut ke mulut oleh para orang-orang tua di Aceh bahwa sebenarnya Burong Tujoh ini adalah kumpulan jin yang ditaklukkan, mereka diperintah atau dipaksa oleh sang dukun untuk melakukan pekerjaan yang diinginkan oleh dukun tersebut dalam keadaan mau atau tidak mau. Mengapa manusia bisa memaksa sesuatu yang gaib?
Ini semua terkait kepada proses pemujaan terhadap setan atau raja jin di suatu tempat, dimana seseorang yang ingin menguasai Burong Tujoh ini ini biasanya akan mencuri air pemandian jenazah, menggali kuburan yang masih segar untuk mengambil beberapa bagianatau organ tubuh mayit, yang kesemuanya itu dilakukan sebagai persembahan hadiah kepadasetan atau jin jahat penguasa suatu wilayah, persembahan itu diberikan dalam rangka menyenangkan hati setan atau raja jin tersebut sebelum akhirnya meminta kepada setan itu sekelompok anak buahnya untuk membantu apa saja kepentingan si pemujanya. Dan jika setan itu setuju maka setan akan memerintahkan bawahannya (dalam beberapa kasus disebut tahanan atau jajahannya) untuk melayani si pemuja itu, yang apabila mereka tidak mau mengerjakannya maka mereka akan disiksa oleh rajanya tersebut. Dan inilah sebab kenapa jin Burong Tujoh dikatakan adalah sekelompok jin yang dipaksa bekerja untuk seorang dukun oleh raja jin.
Namun sepertinya apa yang dikabarkan tentang Burong Tujoh tersebut benar adanya, sebab banyak dalam suatu prosesi Ruqyah (Exorcisme), dimana ada banyak jin yang merasuki tubuh seseorang yang berkata bahwa mereka tidak ingin melakukan kejahatan ini, namun tubuh mereka terikat dan mereka harus menyelesaikan misinya atau akan disiksa dengan cara dipanggang di atas api. Ada juga jin yang memohon kepada peruqyah agar lebih baik dibunuh saja ketimbang gagal dan harus kembali dimana mereka akan dicambuk dan disiksa dengan sangat kejam oleh rajanya.
Mereka dipaksa untuk membuat sakit seseorang atau membuat gila bahkan membunuh bukanlah kehendak mereka sendiri melainkan keinginan sang dukun, tubuh mereka dirantai dan tidak bisa melarikan diri, bahkan dalam beberapa kasus keluarga mereka ditawan agar mereka tidak bisa melawan. Namun ada juga beberapa jin Burong Tujoh itu yang memang senang melakukan pekerjaan jahatnya tanpa mesti dipaksa.
Diceritakan juga bahwa mereka yang memiliki sihir Burong Tujoh ini biasanya akan nampak dari kehidupannya sehari-hari dimana mereka tidak pernah terlihat mandi, ataupun jika mereka mandi biasanya dengan air kotor atau air comberan, mereka tidak beribadah, tidak mengunjungi orang yang meninggal dunia dan tidak mendekati mesjid, ciri-ciri lainnya adalah mereka tidak pernah bersuci setelah buang air kecil atau air besar.
Intinya mereka menghindarisemua tuntunan dalam agama, nah para pemilik sihir burong Tujoh ini juga bervariasi kekuatannya tergantung seberapa kuat raja iblis yang dipujanya, beberapa diantaranya bisa kebal bacok atau tahan peluru hingga ada yang mampu menyantet orang sekampung. Sihir yang disebabkan oleh Burong Tujoh ini bervariasi pula, mulai dari yang paling kecil seperti mengirim sakit gatal, hingga membuat orang lain menjadi benci seperti memisahkan suami istri, membuat orang tidak bisa menikah seumur hidup, membuat usaha seseorang menjadi bangkrut, membuat gila hingga bisa membunuh orang lain bahkan secara masal.
Dikabarkan juga biasanya mereka yang memiliki ilmu Burong Tujoh ini maka saat meninggalnya akan terjadi banyak keanehan, seperti sulitnya sakaratul maut walau tubuhnya sudah mulai membusuk, biasanya harus dicambuk terlebih dahulu oleh daun kelor (Oen Murong, bahasa Aceh) dan membuka atap rumah dimana ia berbaring supaya memudahkan ia untuk meninggal, bahkan setelah meninggalpun biasanya bumi akan menolak jenazahnya.
Budaya menjaga kuburan
Nah dikarenakan horor yang disebar oleh Burong Tujoh ini, maka tak jarang di Aceh kita akan banyak melihat dimana terkadang kuburan sanak saudara dan keluarga dikuburkan didekat rumah, hal ini dipandang sebagai upaya untuk menjaga dan menghindari digalinya kuburan oleh orang yang sedang menuntut ilmu setan Burong Tujoh ini. Dan jika tidak dikuburkan didekat rumah maka biasanya ahli waris dari almarhum akan menjaga kuburannya sejak malam pertama dikuburkan selama beberapa malam, mulai dari 7 malam ada juga yang sampai 40 malam dengan alasan yang sama.
Dikabarkan bayi yang meninggal adalah target favorit bagi mereka yang sedang menuntut ilmu Burong Tujoh ini, konon katanya organ tubuh bayi memiliki kekuatan sempurna bagi ilmu setan ketimbang yang berasal dari organ tubuh mayat biasa.
Cerita dari sumber :
Saat itu, anak dari teman saya meninggal dunia, dan saya ikut menjaga makamnya. Kami menjaganya selama beberapa malam walau sempat terjadi horor pada malam ketiga tepat pada pukul 2 malam disaat salah seorang teman yang berkata iseng menantang seluruh setan di kuburan itu untuk datang dan menunjukkan dirinya.
Spontan saja tantangan itu segera di respon dengan munculnya sosok perempuan yang tiba-tiba muncul hanya kira-kira 4 meter dari posisi saya, setan itu berbicara aneh seperti suara angin berbisik (saya kurang jelas mendengar apa yang diucapkan setan perempuan itu), bahkan saya memalingkan wajah agar tidak melihatnya, kata teman saya wujudnya seorang perempuan bertubuh besar dengan rambut acak-acakan dan pakaian compang-camping.
Memberantas Burong Tujoh
Walau saat ini dunia sudah semakin modern dan teknologi semakin canggih, namun disudut terpencil disebuah tempat sepi nan jauh dipedalaman Aceh masih ada aktivitas suram dari kejahatan menyekutukan Tuhan dengan cara bekerjasama pada iblis yang dinamakan Burong Tujoh ini. Sepertinya Burong Tujoh ini masih merupakan budaya peninggalan animisme sebelum Islam masuk ke tanah rencong. Dan bisa jadi eksistensinya sudah berusia ratusan atau mungkin ribuan tahun lamanya.
Namun sudah sepantasnya budaya hitam nan gelap ini seharusnya ditinggalkan, selain hal tersebut merupakan pekerjaan kotor dan jahat dan disisi lain sangat kontras dengan label negeri bersyariat yang ada di Provinsi ini yang sangat menentang dunia gelap ilmu sihir.
Dan sudah seharusnya pula bagi kita semua khususnya masyarakat Aceh untuk memberantas kesesatan Burong Tujoh ini dengan cara memberikan pendidikan yang dinilai layak terhadap masyarakat tertinggal yang masih sangat kental menganut faham mistis ini, karena sudah umum adanya dimana di suatu daerah yang masih sangat minim pendidikan maka daerah tersebut biasanya sangat kental pula dengan dunia mistik dan perdukunan.
*Mimin ngedit ini sambil merinding 😨
Sumber : https://www.emosianisme.net/…/burong-tujoh-fenomena-kejahat…

1 comment


EmoticonEmoticon