7 Permainan Pemanggil Hantu Yang Tidak Layak Untuk Di Mainkan

Di dunia ini banyak sekali permainan-permainan yang menggunakan hantu sebagai teman bermain atau pembantu dalam permainan. Biasanya pemain harus memanggil dengan cara tertentu agar hantu itu ingin keluar atau menampakan dirinya pada saat permainan. Namun sangat banyak jenis-jenis permainan yang berbeda dari setiap negara, dan salah satunya ada di negeri kita Indonesia. Berikut adalah 7 Permainan Pemanggil Hantu Yang Tidak Layak Untuk Di Mainkan versi Dimensi Lain.

1.Jailangkung
Jailangkung merupakan permainan tradisional Indonesia yang tak kalah seram oleh negara lainnya, permainan ini tentunya memiliki sifat supernatural. Biasanya permainan ini digunakan sebagai suatu ritual untuk memanggil hantu atau makhluk gaib. Permainan ini terbuat dari gayung air dari tempurung kelapa kering yang dibuat seperti boneka yang terbuat dari kayu yang kemudian dipakaikan baju layaknya Manusia.

2. Kokkuri-san
Di jepang juga memiliki permainan pemanggil hantu yang hampir mirip dengan papan Ouija yang di percaya masyarakat Eropa dan China. Permainan bahan utama Kokkuri-san menggunakan papan yang memiliki kumpulan huruf-huruf serta koin 10 yen. Bagi para remaja di jepang permainan ini sangat populer dan memang sengaja di buat untuk menanyakan tentang masa depan pemain.

Permaianan ini dilakukan oleh dua orang atau lebih yang meletakan jari mereka ke atas koin 10 yen secara bersama-sama, setelah itu mereka menanyakan "apakah Kokkuri-san sudah hadir". Jika koin bergerak ke huruf 'Ya', berarti mereka bisa memulai pertanyaan tentang masa depan.

3. Closet Game
Permainan yang satu ini bukan hanya sekedar memanggil roh jahat atau hantu, bahkan dapat memanggil iblis. Permainan ini akan memanggil hantu yang akan menetap di dalam lemari pemain selamanya. Sangat tidak disarankan untuk dimainkan. Yang harus pemain lakukan, pemain harus masuk ke dalam sebuah lemari yang gelap dengan membawa satu buah korek api dalam keadaan mati lalu mengatakan, "Tunjukan aku cahaya atau tinggalkan aku dalam kegeapan".

Jika pemain merasakan suara bisikan, segeralah nyalakan korek api, dan jika pemain gagal menyalakan korek api, coba dan segeralah nyalakan korek api lagi hingga menyala. Jika pemain terlalu lama tidak menyalakan korek api dan dalam kondisi gelap, konon roh itu akan menarik pemain ke dalam kegelapan. Jika pemain berhasil menyalakan korek api, segeralah keluar dari dalam lemari.

Namun walaupun permainan berakhir berhasil, konon hantu itu tetap menetap di dalam lemari pemain, dan pemain juga tidak diperbolehkan untuk membuka lemari ketika lampu mati. Menurut pengalaman seseorang, ketika pemain lupa untuk menutup pintu dan mematikan lampu (lalu tidur), pemain akan bermimpi dipelototi hantu dengan mata merah menyala yang menyeramkan.

4. Bloody Mary
Bloody Mary adalah sebuah kisah legenda tentang arwah penyihir yang penuh dendam. Untuk memanggilnya, pemain harus mengatakan "Bloody Mary" sebanyak tiga kali pada depan cermin dengan membawa lilin yang menyala.Nantinya akan ada seseorang wanita yang penuh darah akan muncul di hadapan si pemain.

Beberapa pengalaman dari pemain, mereka melakukan permainan dan merasakan marahnya Bloody Mary, mulai dari dikutuk, dicekik, hingga dibunuh. beberapa pemain ada yang merasa ketakutan saat melihat hantu ini dan juga ada yang kecewa karena tidak melihat apa-apa.

5. Dry Bones
Permainan ini pada umumnya adalah petak umpet, namun lawan pemain adalah iblis dan bukan ide bagus untuk dimainkan. Namun beberapa orang tetap saja nekat untuk memainkan permainan ini. Mereka memainkan permainan ini tentu saja untuk mengambil keuntungan berupa hadiah jika mereka memenangkan petak umpet tersebut.

Pemainan dimulai pada pukul 12:01 malam, lalu pemain harus dapat bersembunyi dari pencarian iblis sampai dengan pukul 03:00 dini hari. Jika pemain berhasil bersembunyi dari iblis, keesokan paginya pemain akan mendapatkan hadiah yang ditinggalkan di depan pintunya. Namun, jika pemain gagal atau kalah, akan ada konsekuensi mengerikan dari sang iblis.

6. Papan ouija
Papan ouija adalah salah satu permainan pemanggil hantu yang bahan utamanya berupa papan. Masyarakat Eropa dan Amerika sering menyebutnya sebagai "Spirit of The Coin" atau "Papan Semangat". bahan-bahan permainan ini juga tergolong unik, berupa Papan Ouija, lampu redup, koin atau uang logam, gelas kecil, lilin merah, papan, meja dan juga kertas.

Salah satu orang yang pernah memainkan ini melarang agar tidak bermain di dalam rumah yang masih di singgahi, karena akan berdampak pada sang penghuni rumah. Akan lebih baik jika permainan ini dimainkan di rumah yang tidak berpenghuni. Untuk memainkan permainan ini, pemain harus meletakan koin ke atas papan, dan tentu saja masih banyak langkah-langkahnya. Pemain juga harus mengucapkan sebuah mantra untuk memanggil arwah atau hantu. "Spirit, spirit of the coin. Spirit, spirit of the coin. Spirit, spirit of the coin. Please come out and play with us!"

7. Baby Blues
Baby Blues, konon permainan ini tidak berbahaya jika pemain bisa tetap tenang dan tidak melakukan kesalahan dalam bermain. Namun jika pemain gagal, kemungkinan pemain akan didatangi oleh kematian. Pemain hanya perlu masuk ke dalam kamar mandi yang ada kaca di dalamnya. Pemain juga perlu mengunci pintu dan mematikan lampu kamar mandi.

Kemudian Pemain harus berdiri serta menghadap ke arah kaca dan mengulurkan tangan dengan gaya menggedong bayi, lalu mengucapkan "Baby Blue" sebanyak 13 kali. Jika pemain berhasil, akan terasa berat tangan pemain, itu tandanya Baby Blue telah hadir. Tangan pemain akan semakin berat dan akan ada sensasi cakaran ke diri pemain. Pemain harus langsung membuang Baby Blue ke dalam toilet dan flush secepat mungkin. Jika tidak, pemain akan didatangai oleh bayangan wanita menyeramkan di dalam cermin yang akan berteriak "Kembalikan Bayiku!".

     Nah sahabat Dimensi Lain, itulah 7 Permainan Pemanggil Hantu Yang Tidak Layak Untuk Di Mainkan, tentunya jangan coba-coba untuk memainkan permainan tersebut, namun entah permaian-permainan itu benar-benar ada atau tidaknya, tentu kita tidak akan tahu sebelum ada yang mencobanya.

0 Comments

Post a Comment